MUSIKIMIA : Membangun Indonesia Positif lewat Album Kecil

Instagram1edit

Bertempat di gedung Sony Music Indonesia, tanggal 2 Desember 2013 akhirnya MUSIKIMIA meluncurkan album perdana-nya yang diberi judul “Indonesia Adalah”. Album ini masih merupakan Album Kecil yang berisi 5 lagu, yang akan menjadi jembatan untuk Full Album selanjutnya di tahun depan. CD album ini akan dirilis bersamaan dengan DVD perjalanan satu tahun Musikimia.

Acara yang dimulai sore itu, diawali dengan penampilan Musikimia dengan membawakan 2 buah lagu secara Medley “Tanah Airku” dan “Kolam Susu”. Dilanjutkan dengan bincang-bincang mengenai materi album Musikimia.

Ketika sebagian orang sudah bersifat apatis terhadap kondisi tanah air, masih ada sebagian anak muda yang konsisten menyuarakan kecintaannya pada tanah air. Mereka adalah : MUSIKIMIA. Dengan meluncurkan album yang diberi nama “Indonesia Adalah” ini mereka memiliki deskripsi masing-masing tentang makna “Indonesia Adalah”.

Menurut Yoyo’ (Drummer) Indonesia adalah kampung yang membesarkannya, dan sangat cinta dengan negara Indonesia ini. Indonesia adalah kampung yang indah, yang patut untuk dibela. Semangat Musikimia adalah cinta tanah air. Dari Sabang dampai Merauke sudah disambangi, dan sadar negara kita adalah negara yang kaya raya dengan banyak budaya. Sebenarnya Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia, dan lewat album kecil ini Musikimia ingin memberikan semangat. Dulu pahlawan berjuang merebut kemerdakaan, di era sekarang generasi muda berjuang dengan berkarya .

Menurut Rindra (Bassist) Indonesia adalah negara super power, kalau kita selalu berfikir positif dan tidak menyerah dgn keadaan. Lakukan apa yang kita bisa buat negara kita tercinta ini.

Menurut Fadly (Vocal) Indonesia adalah Atlantis yg hilang, dan Indonesia adalah bangsa yang mempunyai peradaban besar. Dan menurut Stephan (Gitaris) Indonesia adalah banyak hal-hal positif yang selama ini terlupakan. Kita sering mengangkat hal-hal yang negatif dari Indonesia.Sudah saatnya mulai saat ini kita mengangkat sisi-sisi positif dari Indonesia.

***

Untuk video klip “Kolam Susu” yang dirilis belum lama ini, Musikimia bersenyawa dengan anak negeri yang bangga dan cinta kepada Indonesia yaitu “Instanusantara”, yang merupakan sebuah akun di Instagram yang mengangkat foto-foto bertemakan nusantara.

Musikimia Instanusantara

Berbicara mengenai album kecil Indonesia, meskipun hanya terdiri dari 5 lagu namun sudah banyak bercerita :

Lagu “Ini Dadaku” terinspirasi dari pidato Bung Karno. Lagu ini bertujuan untuk menantang dan menyemangati anak bangsa untuk untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita Bangsa Indonesia bukan bangsa yang lemah. Juga sebagai generasi penerus mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah.

Lagu “Apakah Harus Seperti Ini” mengingatkan kita untuk saling meghargai, menyampaikan sesuatu dengan solusi terbaik. Lagu ini merupakan single pertama yang dirilis, dan sudah dibuat video klip-nya yang diambil di lokasi negeri tirai bambu, China.

Lagu “Kolam Susu” ini adalah lagu lama yang diaransemen ulang, dan Musikimia sudah menemui pencipta lagu ini yaitu musisi legendaris Yok Koeswoyo. Lagu ini menggambarkan keindahan alam Indonesia dengan segala kemajemukannya.

Lagu “Merdeka Sampai Mati” mengingatkan kita akan sebuah perjuangan, untuk tidak boleh menyerah dengan keadaan. Berjuang meraih apa yang diinginkan. Dalam lagu ini terdapat puisi dari Widji Thukul, penyair yang hilang di masa orde baru , berjudul “Sajak Suara”dan “Peringatan”.

Lagu “Tanah Airku” merupakan lagu karya Ibu Sud yang bercerita tentang kampung halaman. Musikimia menyelipkan beberapa melodi dari berbagai daerah seperti Dayak (pentatonik), Jawa (Pelog), dan Sulawesi (Mixolydian). Dan di lagu ini, kembali mereka menyelipkan sebuah puisi yang kali ini diambil dari hasil temuan di internet. Setelah ditelusuri, puisi tersebut adalah hasil ciptaan seorang siswa yang berasal dari Cirebon bernama “Haris Rahmat Nugraha”.

***

Di Album Kecil “Indonesia Adalah” ini, Musikimia mencoba untuk menyebarkan energi positif untuk anak bangsa. Mereka berharap bisa memberikan edukasi pada masyarakat luas melalui musik, sekaligus memberikan hiburan pada masyarakat dengan lagu-lagu indah.

Sangat Indonesia terlihat juga pada cover album Musikimia yang dirancang oleh Senyawa (sebutan untuk fans Musikimia) yang juga backing vocal Musikimia “Izzy” yang menggambarkan pulau Indonesia yang terbuat dari batik. Bukan hanya kali ini Musikimia melibatkan Senyawa, untuk DVD satu tahun perjalanan Musikimia juga melibatkan Senyawa untuk berpartisipasi dalam pengisian materi-nya.

Indonesia Adalah

Mengakhiri acara launching albumnya, Musikimia tampil kembali di hadapan rekan-rekan media membawakan 3 buah lagu berturut-turut yang berjudul : Merdeka Sampai Mati, Ini Dadaku, dan Apakah Harus Seperti Ini.

Penasaran dengan CD dan DVD-nya? Silahkan tunggu di toko-toko musik dalam waktu yang tidak begitu lama. Atau bisa juga di download secara resmi di iTunes Indonesia.

Instagram2edit

( Image & words by: @Jul2julia )

Selamat Datang MUSIKIMIA

Pada hari Kamis 31 Januari 2013 lalu, bertempat di kantor Sony Music Indonesia di Jakarta Pusat diadakan Media Gathering “Musikimia band” yang dihadiri oleh wartawan baik dari media cetak maupun media elektronik, terlihat beberapa di antaranya juga adalah wartawan senior di bidang musik.

Proyek musik
Berbicara mengenai Musikimia, ini adalah proyek musik dari Fadly, Yoyo’, Rindra dan Stephan Santoso. Ari berada di belakang layar, memilih untuk menjadi manajer. Band ini terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2012, tepat di hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada awalnya, Rindra sendiri melihat bahwa sayang kalau sekedar kumpul-kumpul. Karena Fadly dan Yoyo’ mempunyai karya yang banyak. Kenapa tidak direkam? Dan ide awal ini disambut oleh Yoyo’. Ari yang selama ini berperan sebagai gitaris di band PADI, merasa bahwa manajemen Musikimia akan lebih efektif jika dilakukan oleh orang dalam. Jadilah dia sebagai manajer Musikimia. Posisi gitar yang kosong, diisi oleh Stephan Santoso. Stephan bukan orang yang asing di dunia musik, musisi ini jebolan dari Full Sail, Center of Recording Arts, Orlando Forida Amerika. Dan selama ini sudah sering menggarap album-album musisi Indonesia terkenal, diantaranya PADI. Bersama PADI, Stephan sudah sering mengerjakan mixing dan mastering untuk sebagian besar albumnya.

Mengapa dinamakan Musikimia? Seperti tertuang dalam press release yang dikeluarkan secara resmi oleh Sony Music Indonesia :

“Musikimia ini adalah para sahabat lama yang punya niatan untuk berkumpul, mencintai musik dan menjadikan musik sebagai bagian penting dari kehidupannya. Dengan musik kami bersenyawa dan syukur-syukur bisa memberikan edukasi lewat musik melalui pengalaman yang kami punya selama berkiprah di dunia musik” (Fadly)

“Ini adalah sebuah musical chemistry, sehingga dari situlah nama Musikimia tercipta (Yoyo)

Rilis single & video klip
Penasaran dengan MUSIKIMIA? Tanggl 6 Februari 2013 nanti single pertama mereka “Apakah Harus Seperti Ini” akan tayang serentak di radio-radio seluruh Indonesia, serta dapat diunduh secara resmi di 
www.itunes.com/musikimia. Selain itu akan tayang juga secara berbarengan di hari yang sama Video Klip-nya di Youtube (VEVO). Video Klip ini digarap ketika Musikimia melakukan pertunjukan khusus di Chinese National Orchestra Concert Hall Beijing Cina di bulan Desember 2012, diutus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewakili Indonesia di acara Kebudayaan . Video klip “Apakah harus Seperti Ini” menggunakan teknik time lapse dan stop motion.

Album Musikimia-nya sendiri, sedang dalam penggarapan dan ditargetkan rampung pada pertengahan Tahun 2013 ini.  Fadly berharap, “Mari kita semua bersenyawa dan dalam energi musik yang positif.  Semoga apa yang kami perjuangkan ini bisa memberi manfaat bagi kita semua”.

Munculnya Musikimia tidak lepas dari dorongan penggemar yang menginginkan mereka terus berkarya. Seperti halnya diungkapkan Rindra, “Penggemar mempunyai arti penting buat kami. Mereka yang sedari awal mendukung kami terus memompakan semangat agar kita tidak berhenti untuk bermusik. Di antara para penggemar itu termasuk Sobat Padi. Tanpa penggemar tidak mungkin kami bisa bertahan hingga saat ini”.

Selamat berkarya di blantika Musik Indonesia dan Sukses untuk Musikimia!

(diambil dari press release Musikimia, Sony Music Indonesia)

image & words by: @Jul2julia